Biodiversitas
Sorowako, Etalase Biodiversitas Sulawesi

Buah Dengen
Keelokan flora dan fauna di sekitar wilayah Sorowako, tak lepas dari letak Pulau Sulawesi. Menurut garis Wallacea, kawasan ini secara biogeografis merupakan zona transisi dua daerah pengaruh, yakni Asia (wilayah barat) dan Australia (wilayah timur). Tak heran bila keragaman flora dan faunanya tak dimiliki oleh wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Sekaligus tak dimiliki oleh wilayah Maluku, Papua dan pulau-pulau di sekitarnya.
Salah satu keunikannya adalah anoa dan babi rusa. Anoa, mamalia terbesar di Sulawesi Selatan ini masih banyak terdapat di sekitar hutan Sorowako. Binatang itu, kini, termasuk spesies yang dilindungi pemerintah, karena nyaris punah.

Anoa
Sementara itu, hutan-hutan Sorowako memiliki puluhan jenis tanaman lokal. Di antaranya Alinge (Cinamomum SPP), Betao (Calophyllum soullatrii), Agatis, Belulang, Cina-cina, Jambu-jambu (Euginia pucuk merah, coklat, dan ungu), Meranti, Dengen, dan lain-lain.

Bunga kaloju
Koleksi flora tersebut juga dapat Anda jumpai saat menyusuri jungle track yang menjadi bagian dari fasilitas pembibitan PT Inco. Selain menjadi tempat belajar mengenal berbagai tanaman tropis Sorowako, lintasan sepanjang 3,2 km ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana olahraga sekaligus berekreasi menikmati indahnya kupu-kupu dan merdunya kicauan burung-burung yang banyak beterbangan di sana. Jalur treking berakhir di puncak Bukit Butoh yang menyajikan pemandangan elok kota Sorowako.

Beragam jenis kupu-kupu dapat dijumpai di beberapa lokasi di Sorowako
Ikan-ikan Endemis Danau Matano
Danau Matano merupakan suatu danau yang sangat unik. Selain komposisi kimiawi dan kedalamannya luar biasa, flora dan fauna di dalamnya bersifat endemis.

Salah satu jenis Telmatherina
Suzanne M.Gray, peneliti di Department of Biological Sciences Simon Fraser University, Canada mengatakan hampir semua jenis ikan yang ditemukan di Danau Matano bersifat endemis. Bahkan ikan-ikan di Danau Mahalona dan Danau Towuti berbeda dengan yang ditemukan di Danau Matano. Sebagian besar ikan ini telah berevolusi dengan cara beradaptasi dengan lingkungan danau yang istimewa tersebut.

Ikan Pangkilang, spesies Telmatherina yang dikonsumsi masyarakat
Ikan opudi (Telmatherinidae) termasuk spesies ikan air tawar yang menarik, terutama karena aneka warnanya. Hingga kini ditemukan 10 jenis ikan spesies Telmatherinidae ini. Mereka bisa dilihat di pantai lokal dekat perkampungan Sorowako maupun area Salonsa saat sedang melakukan ”tarian” kawin. Dalam “tarian” itu ikan jantan saling berkelahi memperebutkan hak kawin atas ikan betina. Mereka berenang membentuk lingkaran dari dasar hingga permukaan air sambil saling gigit.
Demi kelestarian hidup ikan ini, kita perlu bekerjasama memelihara Danau Matano dan harta di dalamnya yang unik.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed